Sejarah Telaga Ranjeng

                                                     


                                                                   Telaga Ranjeng


Telaga Ranjeng atau biasa juga diucapkan Telaga Renjeng adalah kawasan Cagar Alam yang berlokasi di desa Pandansari, kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.  . Telaga ini dibangun pada tahun 1924 , berada di bawah kaki Gunung Slamet. dan merupakan bagian dari kawasan cagar alam milik Perhutani Pekalongan Timur, Cagar Alam Telogo Ranjeng

Selain panorama alamnya yang memesona, Telaga Ranjeng juga dikenal sebagai tempat wisata yang penuh dengan mitos. Telaga dengan luas 18,85 ha ini terdapat ikan yang sangat jinak, dan menjadi daya tarik bagi wisatawan. Meski jinak, tidak ada satu orang pun yang berani mengambilnya.



Baca Juga : wahana wisata menggala ranch

Telaga Ranjeng ini merupakan sebuah Cagar Alam. Di sekitar telaga terdapat tanaman hutan yang usiannya mencapai ratusan tahun. Bekas-bekas pohon besar yang tumbang juga masih tergeletak di kawasan ini.

Telaga ini kali pertama ditemukan oleh orang Belanda pada tahun 1924. Setahun setelah ditemukan, Pemerintah Hindia Belanda menetapkan Telaga Ranjeng sebagai Strict Nature Reserve, atau Kawasan Cagar Alam melalui Surat Keputusan (SK) Besluit Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 25 tanggal 11 Januari 1925, dengan total luas Cagar Alam mencapai 48,5 ha.

 Status Cagar Alam Telaga Ranjeng itu, kemudian diperkuat melalui SK Penunjukan Menteri Kehutanan Nomor SK.3 5 9/MenHut-II/2004 tanggal 1 Oktober 2004. Di tahun 2013, statusnya diperkuat kembali melalui SK Menhut Nomor 313/Menhut-II/2013, tanggal 13 Mei 2013.

Di telaga ini, Anda dapat bermain air dan menikmati kekayaan flora dan fauna di sekitar telaga. Kekeyaan flora yang ada di wisata cagar alam Telaga Ranjeng sudah tidak diragukan lagi karena tempatnya yang berada di kawasan cagar alam. Selain ikan lele, berbagai jenis fauna juga banyak hidup di telaga ini seperti burung bangau hitam, elang bido, dan banyak lagi. Tiket masuk dilokasi Telaga Ranjeng Anda akan dikenakan tarif sebesar 5.000 rupiah perorang ( dengan catatan harga bisa berubah sewaktu -waktu ).

Untuk Jalur perjalanan menuju Telaga Ranjeng Anda bisa mengikuti jalur menuju purwokerto melalui jalur ajibarang dengan jarak tempuh kurang lebih 20 km dengan melalui jalur dari pantai utara, setelah itu dari sini Anda belok kanan yang tepatnya disebuah pertigaan Kecamatan Paguyuban sebelum Kota Bumiayu dan disarankan bagi Anda yang akan membawa kendaraan bermotor ushakan dalam kondisi mesin yang bagus karena pada jalur ini Anda akan melewati jalan yang berupa jalan tanjakan.


0 Comments:

Posting Komentar